Fidyah (Penebusan Dosa) dengan Sholawat Al-Fatih
Fidyah (Penebusan Dosa) dengan Sholawat Al-Fatih
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Di antara kesalahan yang paling berat adalah dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia (ḥaqq al-‘ibād), seperti ghibah, mengambil hak orang lain, kezhaliman, dan hutang piutang yang belum terselesaikan. Dosa-dosa semacam ini tidak cukup hanya dengan taubat, tetapi juga memerlukan penyelesaian terhadap pihak yang dizhalimi.
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, para ulama dan wali Allah mengajarkan amalan untuk memohon ampunan dan penunaian hak-hak tersebut melalui wasilah sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Penjelasan Ulama tentang Amalan Ini
Syekh Muhammad Ibnul ‘Arooby ad-Dimroowy ra pernah meriwayatkan bahwa beliau bertanya kepada guru beliau, Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijany ra, tentang solusi atas dosa ghibah dan dosa-dosa lain yang serupa, seperti mengambil hak milik orang lain dan tanggungan yang belum tertunaikan.
Maka Syekh Ahmad at-Tijany ra menjelaskan agar membaca Sholawat Al-Fatih sebanyak 10 kali, kemudian dilanjutkan dengan doa khusus sebagai bentuk penyerahan dan permohonan kepada Allah SWT.
Tata Cara Fidyah dengan Sholawat Al-Fatih
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Membaca Sholawat Al-Fatih sebanyak 10 kali
Dilanjutkan dengan membaca doa berikut:
اللهم اِنَّ هَذِهِ الصَّلاَةَ أُهْدِيْهَا لِكُلِّ مَنْ لَهُ عَلَيَّ وَعَلىَ وَالِدَيَّ تَبَاعَةٌ أَوْ مَظْلَمَةٌ أَوْ حَقٌّ أَوْ دَيْنٌ يُطَالِبُنِيْ بِهِ وَإِيَّاهُمَا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بَيْنَ يَدَيْكَ مِنْ خُرُوْجِيْ وَخُرُوْجِهِمَا مِنْ بَطْنِ أُمِّيْ وَأُمِّهِمَا إِلَى مُسْتَقَرِّيْ وَمُسْتَقَرِّهِمَا فِى التُّرَابِ
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْهُمَا وَبَلِّغِ الثَّوَابَ إِلَيْهِمْ يَقْتَسِمُوْنَ ذَاِلكَ عَلَى قَدْرِ أَنْصِبَآئِهِمْ وَحِصَصِهِمْ فِى التَّبِعَاتِ وَالظَّلاَمَاتِ وَالدُّيُوْنِ وَاْلحُقُوْقِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ
وَاْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
Artinya:
“Ya Allah, sholawat ini aku hadiahkan kepada setiap orang yang terhadap mereka aku dan kedua orang tuaku memiliki tanggungan, kezhaliman, hak, atau hutang piutang yang akan mereka tuntut pada hari kiamat di hadapan-Mu, sejak aku dan kedua orang tuaku lahir hingga wafat.
Ya Allah, terimalah sholawat ini dariku dan dari kedua orang tuaku, dan sampaikanlah pahalanya kepada mereka sesuai dengan bagian dan hak masing-masing dari tanggungan, kezhaliman, hutang, dan hak-hak tersebut.”
Makna dan Hikmah Amalan
Amalan ini bukan untuk menggugurkan kewajiban syariat secara mutlak, melainkan sebagai ikhtiar batin dan bentuk penyesalan mendalam kepada Allah SWT. Dengan wasilah sholawat, seorang hamba memohon agar Allah melunakkan hati orang-orang yang pernah dizhalimi dan menerima pahala sholawat sebagai penebus di akhirat kelak.
Sholawat Al-Fatih sendiri dikenal sebagai sholawat agung yang memiliki keutamaan besar dalam membuka rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Sumber Rujukan
Amalan ini bersumber dari kitab:
Ghoyatul ‘Amaany, karya Syekh Muhammad as-Sayyid at-Tijany, halaman 8.
Penutup
Semoga amalan ini menjadi wasilah bagi kita untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia, serta menjadi sebab diterimanya taubat dan diringankannya hisab di akhirat kelak.
Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan dengan penuh keikhlasan.
— Roudlotul Ulum Pekalongan
Posting Komentar untuk "Fidyah (Penebusan Dosa) dengan Sholawat Al-Fatih"