Sekilas Profil dan Sejarah Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Pekalongan
Sekilas Profil dan Sejarah Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Pekalongan
Majelis Ta’lim Roudlotul Ulum Buaran berdiri sejak tahun 2004 dan hingga hari ini tetap eksis, tumbuh, serta terus berbenah. Dari masa ke masa, berbagai renovasi dan inovasi terus dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dalam meningkatkan kualitas dakwah dan pendidikan. Meski demikian, sarana dan prasarana masih perlu disempurnakan karena masih terdapat beberapa keterbatasan yang terus diupayakan perbaikannya.
Seiring berjalannya waktu, Majelis Ta’lim Roudlotul Ulum mengalami perkembangan yang sangat berarti. Pada tahun 2013, majelis ini resmi berkembang menjadi Pondok Pesantren, meskipun baru terdaftar secara resmi di kementerian negara pada tahun 2020.
Nama “Roudlotul Ulum” merupakan pemberian langsung dari Al-Habib Saggaf bin Mahdi bin Abu Bakar bin Salim, guru dari Bu Nyai Ro’is. Nama ini memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu “taman dari segala ilmu”, sebuah doa sekaligus harapan agar tempat ini menjadi ladang ilmu yang menumbuhkan keberkahan.
Kisah berdirinya pesantren ini berawal pada 25 Muharram 2004, setelah Abah Yai boyong dari Pondok Lirboyo dan Pondok Darussalam Pasuruan. Abah Yai kemudian sowan kepada Al-Habib Saggaf. Di sanalah beliau dijodohkan dengan salah satu santri beliau, yang kini dikenal sebagai Bu Nyai, serta diberi amanah untuk “mulang sak mampune”—mengajar semampunya dengan penuh keikhlasan.
Beberapa hari kemudian, saat Abah Yai pamit pulang, Al-Habib Saggaf berpesan agar membuka sebuah majelis ilmu. Beliaulah yang kemudian memberi nama “Roudlotul Ulum” sebagai identitas majelis tersebut.
Pada awal berdirinya, Majelis Ta’lim Roudlotul Ulum berlokasi di Desa Watusalam, desa kelahiran Abah Yai. Kegiatan awalnya sederhana, yakni mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an layaknya TPQ. Setiap malam Jumat Kliwon diadakan manakiban, dan kemudian berkembang dengan adanya pengajian remaja yang rutin dilaksanakan setiap malam Senin.
Tahun 2013 menjadi titik penting perjalanan majelis ini, ketika Abah Yai pindah ke Simbang Kulon. Para santri remaja pun ikut berpindah, dan sejak saat itulah Majelis Ta’lim Roudlotul Ulum tumbuh semakin pesat. Syiar Islam semakin meluas, jamaah semakin bertambah, dan kegiatan keilmuan semakin hidup hingga sekarang.
Pada 27 Juni 2020, Majelis Ta’lim Roudlotul Ulum resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan memperoleh badan hukum dari negara. Statusnya pun berubah menjadi Yayasan Roudlotul Ulum Buaran, berdasarkan Akta Notaris Nomor 34, tertanggal 27 Juni 2020, yang dibuat oleh Notaris Dyah Tantri Yulitasari, S.H., M.Kn.
Demikianlah sekilas profil dan perjalanan sejarah Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Pekalongan, sebuah ikhtiar panjang dalam menanamkan ilmu, akhlak, dan nilai-nilai keislaman demi kemaslahatan umat.
Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Pekalongan
📍 Alamat : RT 06 RW 02 No. 86 Simbang Kulon, Buaran, Pekalongan
📞 Telp : 0857-2604-6174
📌 Ikuti dan dukung kajian PP Roudlotul Ulum melalui:
-
Facebook : Roudlotul Ulum Pekalongan
-
Instagram : PP Roudlotul Ulum Pekalongan
-
YouTube : Roudlotul Ulum Pekalongan
Semoga keberadaan Pondok Pesantren Roudlotul Ulum senantiasa membawa manfaat, keberkahan, dan menjadi cahaya ilmu bagi umat. 🤍
