Jangan Menunda Taubat: Ajal Tak Pernah Menunggu Kita
Dosa demi dosa terus kita perbuat.
Kemaksiatan demi kemaksiatan kita ulangi,
hingga menorehkan luka yang menganga dan noda-noda hitam di dalam hati.
Sering kali kita berkata dalam hati:
“Nanti saja bertaubat, ketika sudah tua.”
“Nanti saja bertaubat, ketika sudah menikah.”
Padahal, taubat itu berbatas waktu.
Dan ajal tidak pernah menunggu kesiapan kita.
Taubat Tidak Diterima Saat Ajal Telah Datang
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَيْسَتِ ٱلتَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ ٱلْـَٰٔنَ…
Artinya:
"Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang terus mengerjakan kejahatan, hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku bertaubat sekarang’."
(QS. An-Nisa: 18)
Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa taubat tidak berlaku ketika maut telah tiba.
Kita Tidak Pernah Tahu Kapan Ajal Datang
Masalahnya, kita tidak tahu kapan ajal menghampiri.
-
Bisa nanti
-
Bisa esok hari
-
Bahkan bisa satu menit lagi
Tidak ada satu pun manusia yang mampu menunda atau mempercepat ajalnya walau sesaat.
Ketika Maut Datang Saat Kita Masih Bermaksiat
Bayangkan jika maut datang…
sementara kita masih terjebak dalam kubangan maksiat.
Saat itu:
-
Penyesalan tidak lagi berguna
-
Taubat sudah tertutup
-
Dan bencana besar telah menanti di hadapan
Beribu-ribu penyesalan akan menghantui, namun semua sudah terlambat.
Segeralah Kembali kepada Ar-Rahman
Maka jangan tunda taubat.
Jangan menunggu tua.
Jangan menunggu menikah.
Jangan menunggu “siap”.
Kembalilah sekarang.
Tunduklah kepada Ar-Rahman, Yang Maha Pengasih,
selagi pintu taubat masih terbuka.
Penutup: Yuk Ngaji, Yuk Perbaiki Diri
Hidup ini singkat.
Ajal itu pasti.
Dan taubat tidak bisa ditunda selamanya.
Mari:
-
Perbaiki diri
-
Kurangi maksiat
-
Perbanyak istighfar
-
Dekatkan diri dengan Al-Qur’an dan majelis ilmu
Yuk ngaji, yuk perbaiki diri.
Semoga Allah memberi kita kesempatan taubat sebelum terlambat.
Aamiin 🤲
Posting Komentar untuk "Jangan Menunda Taubat: Ajal Tak Pernah Menunggu Kita"