Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ijazah Amalan Malam Tahun Baru Masehi: Dzikir Penjaga Iman di Saat Manusia Lalai

Ijazah Amalan Malam Tahun Baru Masehi: Dzikir Penjaga Iman di Saat Manusia Lalai

Pendahuluan

Malam tahun baru Masehi sering kali dipenuhi hiruk-pikuk dunia: pesta, kembang api, musik, dan berbagai bentuk kemaksiatan. Di saat sebagian besar manusia lupa kepada Allah ﷻ, para ulama justru mengajarkan amalan sederhana namun agung sebagai benteng iman dan tauhid.

Salah satu amalan yang masyhur di kalangan habaib dan ulama adalah ijazah dzikir malam tahun baru, sebagaimana disampaikan oleh Habib Abdurahman bil Faqih dari Darul Hadist Malang.


Ijazah Amalan Malam Tahun Baru Masehi

Bacaan Dzikir

Amalan ini dibaca tepat saat pergantian tahun (tengah malam):

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
(Laa ilaaha illallaah)3x

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ
(Muhammadur Rasulullah ﷺ)1x

📌 Waktu paling utama:
Dibaca tepat di detik pergantian tahun, ketika mayoritas manusia sedang lalai dari mengingat Allah.


Faedah dan Keutamaan Amalan

Berdasarkan ijazah para ulama, Allah ﷻ akan memberikan keutamaan luar biasa bagi yang mengamalkannya dengan ikhlas:

  1. Diangkat satu juta derajat

  2. Dihapus satu juta dosa kecil

  3. Diberi pahala satu juta kebaikan

Subhanallah, amalan yang ringan di lisan, namun sangat berat dalam timbangan pahala.


Peringatan Ulama Tentang Bahaya Mengagungkan Tahun Baru

Para ulama telah lama memperingatkan umat Islam agar tidak mengagungkan hari besar non-Islam, termasuk perayaan tahun baru Masehi.

Nukilan Kitab Ulama

Dari kitab:

البحر الرائق شرح كنز الدقائق
Al-Bahrur Rā’iq Syarḥ Kanzud Daqā’iq

Disebutkan perkataan Imam Abu Hafsh al-Kabir رحمه الله:

قال أبو حفص الكبير رحمه الله:
لو أن رجلا عبد الله تعالى خمسين سنة ثم جاء يوم النيروز وأهدى إلى بعض المشركين بيضة يريد تعظيم ذلك اليوم فقد كفر وحبط عمله

Artinya:
"Seandainya seseorang beribadah kepada Allah selama lima puluh tahun, lalu datang hari Nairuz (hari raya kaum Majusi), kemudian ia memberi hadiah kepada orang kafir berupa sebutir telur dengan niat mengagungkan hari tersebut, maka ia telah kafir dan gugurlah seluruh amal ibadahnya."


Renungan untuk Umat Islam

Jika satu butir telur saja yang diberikan untuk mengagungkan hari raya non-Islam bisa menghapus pahala 50 tahun ibadah, maka bagaimana dengan:

  • Merayakan tahun baru

  • Berpesta di jalanan

  • Meniup terompet

  • Menyalakan kembang api

  • Bergembira karena mengagungkan malam tersebut

Na’udzubillahi min dzalik

إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ


Fenomena Umat dan Tantangan Zaman

Hari ini, tidak sedikit umat Islam yang tanpa sadar mengikuti budaya Barat, padahal nilai-nilainya bertentangan dengan akidah dan adab Islam.

Karena itu, para ulama mengajak umat yang sadar untuk:

  • Menjaga tauhid

  • Menghidupkan malam dengan dzikir

  • Menjauhkan diri dari perayaan maksiat


Gerakan “Tahun Baru Sepi”

Sebagai solusi, mari kita hidupkan gerakan:

🌙 Tahun Baru Sepi, Langit Ramai oleh Doa

Bukan terompet dan petasan yang terdengar, melainkan:

  • 📖 Lantunan ayat suci Al-Qur’an

  • 📿 Dzikir dan istighfar

  • 🌹 Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ

  • 🤲 Muhasabah diri dan doa akhir tahun


Penutup

Amalan malam tahun baru Masehi ini bukan sekadar dzikir, tetapi pernyataan sikap seorang Muslim:
👉 memilih mengingat Allah ketika dunia lalai
👉 menjaga iman dan tauhid di tengah fitnah zaman

Semoga Allah ﷻ menjaga kita dan keluarga kita dari keburukan akhir zaman, serta memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang istiqamah.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Posting Komentar untuk "Ijazah Amalan Malam Tahun Baru Masehi: Dzikir Penjaga Iman di Saat Manusia Lalai"