Niat Puasa 1 Ramadhan Dua Kali? Penjelasan Imam Syafi’i dan Imam Malik Lengkap dengan Tulisan Arab
Niat Puasa 1 Ramadhan Dua Kali, Apakah Perlu?
Sebagian guru dan ulama menganjurkan agar pada malam pertama 1 Ramadhan, kita membaca dua niat puasa.
Hal ini bukan tanpa dasar, tetapi berangkat dari perbedaan pendapat ulama mazhab tentang kewajiban niat puasa Ramadhan.
Perbedaan ini terjadi antara:
Mazhab Imam Syafi’i
Mazhab Imam Malik
Lalu bagaimana penjelasannya?
Pendapat Imam Syafi’i: Niat Harus Setiap Malam
Menurut Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar.
Dalilnya adalah hadits:
Dalil Hadits
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya:
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Karena itu, jika seseorang lupa berniat di malam hari, maka menurut Mazhab Syafi’i puasanya tidak sah.
Lafadz Niat Puasa Harian (Mazhab Syafi’i)
Tulisan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati fardhan lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.
Pendapat Imam Malik: Niat Cukup Sekali di Awal Ramadhan
Berbeda dengan Mazhab Syafi’i, Imam Malik berpendapat bahwa niat puasa Ramadhan cukup dilakukan sekali saja di awal bulan, selama puasanya tidak terputus oleh hal yang membolehkan berbuka (seperti safar jauh, haid, atau sakit berat).
Artinya, jika seseorang sudah berniat di malam pertama untuk berpuasa sebulan penuh, maka niat tersebut mencakup seluruh hari Ramadhan.
Lafadz Niat Puasa Sebulan Penuh (Mazhab Malik)
Tulisan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma jamī‘i syahri Ramadhāna hādzihis sanati fardhan lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.
Mengapa Dianjurkan Membaca Dua Niat?
Sebagian ulama menganjurkan membaca dua niat di malam pertama Ramadhan sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath).
Hikmahnya:
Tetap mengikuti Mazhab Syafi’i dengan niat setiap malam.
Jika suatu saat lupa niat, maka menurut pendapat Imam Malik puasanya tetap sah.
Memberikan kemudahan bagi orang awam agar tidak was-was.
Kesimpulan
Mazhab Syafi’i: Niat puasa wajib setiap malam.
Mazhab Malik: Niat cukup sekali di awal Ramadhan.
Membaca dua niat di malam pertama Ramadhan adalah bentuk kehati-hatian dan diperbolehkan.
Semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan menjadikannya sebagai sebab ampunan dan keberkahan. Aamiin.
Posting Komentar untuk "Niat Puasa 1 Ramadhan Dua Kali? Penjelasan Imam Syafi’i dan Imam Malik Lengkap dengan Tulisan Arab "