Potong Kuku Hari Kamis Menghilangkan Fakir? Ini Penjelasan Lengkap Dalil dan Hukumnya
Potong Kuku Hari Kamis Menghilangkan Fakir? Ini Penjelasan Lengkap Dalil dan Hukumnya
Apakah benar potong kuku hari Kamis bisa menghilangkan fakir (kemiskinan)?
Di masyarakat beredar amalan bahwa memotong kuku pada hari Kamis setelah Ashar hingga Jumat pagi memiliki keutamaan tertentu, bahkan disebut dapat menghindarkan dari kefakiran, kebutaan, kusta, dan gangguan jiwa.
Lalu bagaimana sebenarnya penjelasan dalam kitab dan hadits?
Artikel ini akan membahasnya secara lengkap berdasarkan referensi ulama.
Anjuran Memotong Kuku dalam Islam
Dalam kitab I’anah al-Thalibin Jilid 2 halaman 142 dijelaskan bahwa memotong kuku termasuk bagian dari berhias yang dianjurkan.
Memotong kuku juga termasuk sunnah fitrah sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ:
Hadits tentang Fitrah
خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ
(HR. Bukhari dan Muslim)
👉 Jadi jelas bahwa memotong kuku adalah sunnah yang dianjurkan dalam Islam.
Batas Waktu Tidak Memotong Kuku
Dalam hadits lain disebutkan batas maksimal membiarkan kuku:
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفِ الْإِبْطِ، وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَلَّا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
(HR. Muslim)
👉 Artinya, tidak boleh membiarkan kuku lebih dari 40 hari.
Waktu yang Dianjurkan: Kamis Sore hingga Jumat Pagi
Sebagian ulama menyebutkan waktu yang utama memotong kuku adalah:
Hari Kamis setelah Ashar
Hingga Jumat pagi sebelum sholat Jumat
Karena Rasulullah ﷺ berhias sebelum menghadiri sholat Jumat.
Disebutkan dalam riwayat bahwa Nabi ﷺ memotong kuku dan mencukur kumisnya pada hari Jumat sebelum berangkat sholat.
Namun perlu dipahami:
Hadits tentang Menghilangkan Fakir
Disebutkan dalam sebagian riwayat marfu’ dari Abu Hurairah RA bahwa:
مَنْ أَرَادَ أَنْ يُذْهِبَ اللَّهُ عَنْهُ الْفَقْرَ، وَالْعَمَى، وَالْجُذَامَ، وَالْجُنُونَ، فَلْيَقْلِمْ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْخَمِيسِ بَعْدَ الْعَصْرِ
⚠ Para ulama menjelaskan bahwa riwayat ini derajatnya lemah (dhaif) dan bukan hadits shahih yang kuat.
Artinya:
Boleh diamalkan sebagai bagian dari kebersihan
Tetapi tidak boleh diyakini secara pasti sebagai sebab hilangnya kemiskinan
Karena rezeki datang dari Allah melalui usaha dan doa.
Urutan Memotong Kuku Menurut Adab Ulama
Beberapa ulama menyebutkan adab sebagai berikut:
✋ Urutan Kuku Tangan
Tangan kanan: mulai jari telunjuk → kelingking
Kemudian ibu jari kanan
Lanjut tangan kiri: mulai kelingking → ibu jari
🦶 Urutan Kuku Kaki
Dimulai kaki kanan dari jari kelingking
Berurutan hingga berakhir di kelingking kaki kiri
Namun ini hanyalah adab (anjuran), bukan kewajiban syariat.
Hikmah Memotong Kuku Sebelum Jumat
Beberapa hikmah di antaranya:
Menjaga kebersihan saat sholat Jumat
Menyempurnakan sunnah berhias
Menghindari kotoran yang terselip di kuku
Menjaga kesehatan dan kesucian
Islam sangat memperhatikan kebersihan lahir dan batin.
Kesimpulan
Jadi, potong kuku hari Kamis boleh dan baik, tetapi jangan meyakini secara pasti bahwa itu pasti menghilangkan kemiskinan.
Rezeki tetap bergantung pada usaha, doa, dan takdir Allah SWT.
Posting Komentar untuk "Potong Kuku Hari Kamis Menghilangkan Fakir? Ini Penjelasan Lengkap Dalil dan Hukumnya"